{"id":103,"date":"2023-12-14T12:28:06","date_gmt":"2023-12-14T12:28:06","guid":{"rendered":"https:\/\/anakteknik.pencarikerja.id\/?p=103"},"modified":"2024-04-25T05:58:51","modified_gmt":"2024-04-25T05:58:51","slug":"menentukan-model-bisnis-daring-e-business-g-46rit00-073-01","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103","title":{"rendered":"Menentukan Model  Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01)"},"content":{"rendered":"<h3>Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01)<\/h3>\n<p><strong>MENENTUKAN MODEL BISNIS DARING (E-BUSINESS)<\/strong><br \/>\n<strong>PENGANTAR TEORI DEFINISI E-BUSINESS &amp; E-COMMERCE<\/strong><br \/>\n\u27a2 E-Business memungkinkan <a href=\"https:\/\/id.wiktionary.org\/wiki\/transaksi\">transaksi<\/a> dan proses dalam perusahan secara digital, melibatkan sistem informasi di bawah kontrol perusahaan. E-Business tidak termasuk transaksi komersial yang melibatkan pertukaran nilai melintasi batas batas organisasi. E-Business mencakup seluruh kegiatan \/ usaha yang <br \/>\ndilakukan dengan bantuan media digital \/ elektronik.<br \/>\nPengertian e-business mengacu pada melakukan semua jenis kegiatan bisnis melalui internet. Kegiatan tersebut, mencakup pengadaan bahan baku, edukasi pelanggan, penyediaan produr, transaksi, dan sebagainya. Semua kegiatan e-business ini dilakukan melalui layanan internet, intranet, hingga <br \/>\nekstranet. Situs web, aplikasi, ERP (enterprise resource planning), CRM (customer relationship management), dan lain-lain, sangat diperlukan untuk e-business.<br \/>\nContoh e-business adalah perusahaan yang memiliki sistem digital internal, baik itu perusahaan e-commerce maupun perusahaan jenis lainnya. Terdapat sistem khusus untuk melakukan lelang, akses dokumen penting, pengembangan perangkat lunak, perangkat keras, dan sebagainya. Terkadang perbedaan antara bisnis standar dan e-business hanyalah persoalan bagaimana bisnis dijalankan. Misalnya, jika kamu adalah perusahaan penasihat desain interior, maka yang kamu lakukan adalah bisnis. Namun jika kamu menjalankan situs web yang menjadi tempat orang dapat membandingkan opsi furnitur dan desain interior yang ada, maka bisnismu adalah e-business.<br \/>\nDengan teknologi yang makin maju, mungkin sulit untuk membedakan bisnis mana yang benar-benar melakukan e-business. Berikut ini sejumlah contoh untuk lebih memahami e-business.<br \/>\na. E-mail Marketing<br \/>\nPerusahaan yang melakukan e-business, cenderung melakukan pemasaran melalui e-mail kepada pelanggan, calon pelanggan, hingga klien.<br \/>\nPerusahaan ini melakukan proses bisnis secara elektronik. Dalam hal ini pemasaran jasa atau produk.<br \/>\nb. Sistem Online untuk Internal Perusahaan<br \/>\nPerusahaan e-business membangun dan menjual sistem online yang digunakan untuk internal perusahaan. Semisal melacak inventaris, manajemen pergudangan, dan sebagainya. Manajemen pergudangan merupakan proses bisnis. Ketika manajemen pergudangan difasilitasi secara elektronik, ia akan menjadi bagian dari e-business.<br \/>\nc. Sistem Manajemen Konten<br \/>\nCMS atau content management system, merupakan alat yang dibutuhkan media. CMS dikembangkan oleh IT developer untuk memudahkan kerja penulis, editor, penerbit, dan sebagainya. Ia juga adalah contoh e-business. Jika tidak ada alur kerja elektronik, pergerakan naskah dalam bentuk kertas yang akan melakukan hal ini. Dengan melakukannya secara elektronik, sistem manajemen konten menjadi e-business.<br \/>\nd. Sistem Online Manajemen SDM<br \/>\nKetika HRD melakukannya melalui sistem digital yang sengaja dibuat khusus untuk manajemen SDM, artinya perusahaan tersebut sudah melakukan e-business.<br \/>\n\u27a2 E-Commerce menggunakan internet, web, atau media elektronik lainnya untuk transaksi bisnis. E-Commerce memungkinkan terjadinya transaksi komersial antara organisasi ataupun individu. E-Commerce termasuk proses penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya.<br \/>\nAda beberapa jenis tipe dari E-Commerce :<br \/>\n1. Business-to-Consumer (B2C)<br \/>\nProses transaksi jual dan beli barang \/ jasa antara perusahaan dengan customer. Contoh : Intel, Asus, Apple, dll.<br \/>\n2. Business-to-Business (B2C)<br \/>\nProses transaksi jual dan beli barang \/ jasa antara perusahaan dengan perusahaan. Contoh : Oracle, Alibaba, dll.<br \/>\n3. Consumer-to-Consumer (C2C)<br \/>\nProses transaksi jual dan beli barang \/ jasa antar customer. Contoh : Tokopedia, OLX<br \/>\n4. Consumer-to-Business (C2B)<br \/>\nProses transaksi jual dan beli barang \/ jasa antar customer dan bisnis ( perusahaan ). Pengertian e-commerce mengacu pada melakukan aktivitas komersial secara online. Transaksi dilakukan melalui internet. Kegiatan e-commerce mencakup kegiatan jual beli produk, transaksi, dan lain-lain melalui internet. Situs web dan aplikasi diperlukan untuk menjalankan e-commerce, agar dapat terhubung dengan konsumen akhir. Contoh e-commerce yang paling mudah ditemukan adalah marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Traveloka, dan sebagainya. Dibandingkan dengan e-business, definisi e-commerce lebih jelas. Dalam bentuk dasarnya, e-commerce menempatkan pesanan dan melakukan pembayaran secara online.E-commerce memiliki berbagai bentuk. Salah satunya, e-commerce B2C atau business to consumer, sebuah bisnis menjual barang atau jasa kepada konsumen melalui situs web. Penjualan dalam e-commerce mencakup setiap elemen penjualan. Mulai <br \/>\ndari memesan produk, membayar produk, dan melakukan pengiriman. Bisa juga e-commerce hanya melibatkan sebagian proses tersebut. Semisal, pelanggan melakukan pemesanan produk secara online, tetapi ia mengambil produknya langsung ke toko.<br \/>\n<strong>PERBEDAAN E-BUSINESS DAN E-COMMERCE<\/strong><br \/>\nSetelah mengetahui pengertian masing-masing, kini kita bisa dengan mudah memahami perbedaan e-business dan e-commerce. Meski sama-sama dilakukan secara online, terdapat perbedaan signifikan di antara keduanya. Terdapat sejumlah poin untuk menggambarkan perbedaan e-business dan e-commerce. Pertama, e-commerce lebih dikenal sebagai kegiatan jual beli barang dan jasa melalui internet. Berbeda dengan e-business yang merupakan kehadiran bisnis secara elektronik. Semua aktivitas bisnis dilakukan melalui internet, tetapi tidak harus mencakup aktivitas jual-beli. Kedua, e-commerce merupakan komponen utama dalam e-business. Kegiatan e-business dapat menunjang kegiatan yang terjadi di e-commerce. Ketika kamu memiliki toko online, kamu pun perlu memiliki aplikasi yang bisa memanajemen persediaan atau membantu dalam hal pembukuan. Terkait pembukuan, maka kita dapat beralih ke perbedaan e-business dan e-commerce yang ketiga. Kegiatan e-commerce mencakup transaki yang berhubungan dengan uang, sedangkan e-business mencakup kegiatan manajemen keuangan, seperti penggunaan aplikasi pembukuan tadi. Keempat, e-commerce memiliki pendekatan ekstovert. Hal ini karena kegiatan e-commerce berhubungan langsung dengan pelanggan, pemasok, distributor, dan sebagainya. Adapun e-business memiliki pendekatan ambivert. Kegiatan e-business dapat mencakup proses bisnis internal maupun eksternal. Kelima, e-commerce hanya membutuhkan keberadaan situs web. Hal itu sudah cukup untuk dapat mewakili bisnis e-commerce. Di sisi lain, e-business tidak hanya memerlukan situs web. Ia juga membutuhkan manajemen hubungan dengan pelanggan, perencanaan sumber daya perusahaan, dan sebagainya untuk menjalankan bisnis melalui internet. Terakhir, e-commerce menggunakan internet untuk terhubung dengan pihak luar. Hal ini agar e-commerce dapat memasarkan produk atau jasa kepada khalayak <br \/>\numum. Berbeda dengan e-business yang cenderung membutuhkan internet, intranet, dan ekstranet untuk kepentingan internal. Bisa juga untuk kepentingan ekternal, tetapi yang bersifat menghubungi pihak tertentu.<br \/>\n<strong>DAMPAK MODEL BISNIS B TO B ATAU B TO C PADA PERASIONAL RITEL.<\/strong><br \/>\nAda dua jenis dasar bisnis yaitu Business to Business (B2B) dan Business to Customer (B2C):<br \/>\na. Business to Business (B2B)<br \/>\nApa itu B2B? Business to Business atau B2B adalah sebuah transaksi bisnis yang dilakukan secara elektronik maupun fisik dan terjadi antara entitas bisnis satu ke bisnis lainnya.B2B m erupakan penjualan produk atau jasa yang diberikan oleh satu bisnis dan diperuntukkan untuk bisnis lainnya, bukan kepada konsumen. Sebagai contohnya, Anda menjalankan bisnis yang menjual bahan makanan dan Anda melakukan penjualan ke restoran atau bisnis kuliner yang ada. Inilah yang disebut dengan B2B karena bisnis atau jasa Anda diperuntukkan untuk perusahaan lain, bukan langsung kepada perorangan atau grup.<br \/>\nb. Business to Customer (B2C)<br \/>\nBusiness to Customer merupakan bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan barang atau jasa kepada konsumen perorangan atau grup secara langsung. Berbeda dengan B2B, bisnis jenis ini berhubungan langsung dengan konsumen bukan perusahaan atau bisnis lainnya. Sebagai contohnya, Anda memiliki bisnis sembako.Ketika Anda menjual barang kepada konsumen perorangan, berarti bisnis Anda B2C. Akan tetapi jika Anda menjual sembako dalam jumlah besar kepada bisnis lainnya, berarti bisnis Anda adalah B2B. Pada umumnya, hampir semua produk B2C dapat menjadi produk B2B. Sedangkan produk B2B sangat sedikit digunakan oleh konsumen perorangan secara langsung.<br \/>\n\u00a0Contoh perusahaan B2C di Indonesia adalah Lazada dan Blibli. Pada intinya, perbedaan antara pemasaran B2B dan B2C adalah individu yang Anda tuju saat melakukan pemasaran ataupun berinteraksi melalui media sosial, blog, podcast, dan video. Jika Anda adalah merek B2B, maka Anda harus fokus pada pengembangan hubungan jangka panjang dengan perusahaan lain berdasarkan nilai timbal balik. Atau, jika Anda adalah perusahaan B2C, maka Anda akan mengembangkan koneksi emosional dengan konsumen melalui pengalaman yang menarik dan interaksi yang unik.<br \/>\n<strong>PENDEKATAN BISNIS DENGAN BISNIS (B2B) &#8211; BISNIS DENGAN KONSUMEN (B2C)<\/strong><br \/>\nKetika Anda memulai bisnis baru untuk pertama kalinya, hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah siapa target pasar atau calon konsumen anda nantinya. Untuk menjalin kedekatan dengan target konsumen Anda, Anda memerlukan strategi bisnis yang efektif agar Anda dan calon konsumen Anda menciptakan koneksi emosional yang berkesan sehingga semua proses transaksi jual beli semakin lancar dan hubungan Anda dengan konsumen kedepannya terjalin dengan baik. Strategi pemasaran dikenal dengan strategi pemasaran B2C vs B2B. Business to business atau B2B adalah transaksi yang dilakukan secara elektronik maupun fisik dan terjadi antara entitas bisnis satu ke bisnis lainnya. B2B merupakan penjualan produk atau jasa yang diberikan oleh bisnis tersebut dan diperuntukkan untuk bisnis lain, bukan kepada customer. Kebalikan dari B2B, business to customer atau B2C adalah bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan barang atau jasa kepada konsumen perorangan atau grup secara <br \/>\nlangsung. Dengan kata lain, bisnis yang Anda lakukan berhubungan langsung dengan konsumen bukan perusahaan atau bisnis lainnya.<br \/>\n<strong>ANALISIS SWOT UNTUK MELIHAT BISNIS YANG DIMILIKI DENGAN CARA BARU DAN DARI ARAH BARU<\/strong><br \/>\nApa Itu Analisis SWOT ? Berikut Pengertian, Metode Analisis, dan Contohnya Analisis SWOT adalah alat yang sangat sederhana, namun sangat membantu Anda untuk mengembangkan strategi bisnis, apakah Anda membangun bisnis atau mengembangkan perusahaan lebih baik lagi. Pengertian Analisis SWOT SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama Anda ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana. Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah berasal dari internal perusahaan Anda. hal-hal yang dapat Anda kontrol dan dapat berubah. Contohnya termasuk siapa yang ada di tim Anda, paten dan properti intelektual Anda, dan lokasi Anda. Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis atau hal-hal yang terjadi di luar perusahaan Anda pada pasar yang lebih besar. Anda dapat memanfaatkan peluang dan melindungi dari ancaman, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya. Contohnya termasuk pesaing, harga bahan baku, dan tren belanja pelanggan. Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500. Ketika Anda melakukan analisis SWOT, Anda akan mempelajari strategi yang solid untuk memprioritaskan pekerjaan yang perlu Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis Anda. Anda mungkin berpikir bahwa Anda sudah tahu semua yang perlu Anda lakukan untuk berhasil, tetapi analisis SWOT akan memaksa Anda untuk melihat bisnis yang dimiliki dengan cara baru dan dari arah baru. Anda akan melihat kekuatan dan kelemahan bisnis, dan mengatur cara agar bagaimana Anda dapat memanfaatkannya untuk memanfaatkan peluang dan ancaman yang ada di pasar Anda.<br \/>\nSiapa yang harus melakukan analisis SWOT? Agar analisis SWOT efektif, pendiri dan pemimpin perusahaan perlu terlibat secara mendalam. Ini bukan tugas yang bisa didelegasikan kepada orang lain. Tetapi, peimimpin perusahaan juga tidak boleh melakukan pekerjaan sendiri. Untuk hasil terbaik, kumpulkan sekelompok orang yang memiliki perspektif berbeda tentang perusahaan. Pilih orang yang dapat mewakili berbagai aspek perusahaan Anda, mulai dari penjualan dan layanan pelanggan hingga pemasaran dan pengembangan produk. Setiap orang harus memiliki bagian dalam hal ini. Perusahaan yang inovatif bahkan melihat di luar jajaran internal mereka sendiri ketika mereka melakukan analisis SWOT dan mendapatkan masukan dari pelanggan untuk menambahkan suara unik mereka ke dalam pertimbangan keputusan bisnis. Jika Anda memulai atau menjalankan bisnis sendiri, Anda masih dapat melakukan analisis SWOT. Ambil sudut pandang tambahan dari teman yang tahu sedikit tentang bisnis Anda, akuntan Anda, atau bahkan vendor dan pelanggan. Kuncinya adalah memiliki sudut pandang yang berbeda. Bisnis yang menggunakan analisis SWOT untuk menilai situasi mereka saat ini dan menentukan strategi untuk bergerak maju. Tetapi, ingatlah bahwa segala sesuatunya terus berubah dan Anda perlu menilai kembali strategi Anda, dimulai dengan analisis SWOT baru setiap enam hingga 12 bulan. Bagi pemula, analisis SWOT adalah bagian dari proses perencanaan bisnis. Ini akan membantu menyusun strategi agar Anda memulai dengan langkah yang benar dan mengetahui arah yang akan Anda tuju.<br \/>\n<strong>CARA MELAKUKAN ANALISIS SWOT<\/strong> <br \/>\nSeperti yang kami bahas diatas, Anda harus mengumpulkan tim untuk melakukan analisa SWOT. Anda tidak perlu melakukan analisa sepanjang hari, satu atau dua jam sudah cukup. Kumpulkan orang-orang dari berbagai bagian perusahaan Anda dan pastikan Anda memiliki perwakilan dari setiap bagian. Anda akan menemukan bahwa berbagai kelompok dalam perusahaan Anda memiliki perspektif yang sama sekali berbed. Dan point ini sangat penting untuk membuat analisis SWOT Anda berhasil. Melakukan analisis SWOT mirip dengan pertemuan mendengerkan pendapat, untuk mengetahui cara yang benar dan salah dalam menjalankan suatu hal. Disarankan untuk memminta setiap orang mencatat dan minta setiap orang diam-diam menghasilkan ide untuk memulai sesuatu. Hal ini untuk mencegah groupthink dan memastikan bahwa semua suara didengar. Berdasarkan latihan pemungutan suara, Anda harus memiliki daftar gagasan yang dapat diprioritaskan. Tentu saja, daftar itu sebagai bahan untuk diskusi dan debat, dan seseorang di ruangan itu harus dapat membuat keputusan terakhir pada prioritas. Ini biasanya CEO, tetapi bisa didelegasikan kepada orang lain yang bertanggung jawab atas strategi bisnis.<br \/>\nAnda akan ingin mengikuti proses menghasilkan ide untuk masing-masing dari empat kuadran dari analisis SWOT Anda: Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman. Contoh Pertanyaan yang dapat membantu menginspirasi analisis Anda Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat Anda tanyakan kepada tim Anda ketika sedang membangun analisis SWOT Anda. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu menjelaskan setiap bagian dan memicu pemikiran kreatif pada tim.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-108\" src=\"https:\/\/anakteknik.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-12.png\" alt=\"analisis SWOT\" width=\"594\" height=\"256\" srcset=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-12.png 594w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-12-300x129.png 300w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<p><strong>Kekuatan (Strength)<\/strong><br \/>\nKekuatan atau Strength adalah poin internal dan positif dari perusahaan Anda. Ini adalah hal-hal yang berada dalam kendali Anda. Contohnya adalah :<br \/>\n\u2022 Proses bisnis apa yang berhasil?<br \/>\n\u2022 Aset apa yang Anda miliki di tim Anda, seperti pengetahuan, pendidikan, jaringan, keterampilan, dan reputasi?<br \/>\n\u2022 Aset fisik apa yang Anda miliki, seperti pelanggan, peralatan, teknologi, pendanaan, dan paten produk?<br \/>\n\u2022 Apa keunggulan kompetitif yang Anda miliki dibandingkan pesaing Anda? Kelemahan (Weaknesses)<\/p>\n<p><strong>Kelemahan<\/strong> adalah faktor negatif yang mengurangi kekuatan Anda. Ini adalah hal-hal yang Anda mungkin perlu tingkatkan agar menjadi lebnih kompetitif.<br \/>\n\u2022 Adakah hal-hal yang Anda perlukan untuk membuat bisnis menjadi lebih kompetitif?<br \/>\n\u2022 Proses bisnis apa yang perlu diperbaiki?<br \/>\n\u2022 Apakah ada aset berwujud yang dibutuhkan perusahaan Anda, seperti pendanaan atau peralatan?<br \/>\n\u2022 Apakah ada celah di tim Anda?<br \/>\n\u2022 Apakah jabatan Anda ideal untuk menunjang kesuksesan Anda?<br \/>\n<strong>Peluang (Opportunities)<\/strong><br \/>\nPeluang adalah faktor eksternal dalam lingkungan bisnis Anda yang cenderung berkontribusi pada kesuksesan bisnis.<br \/>\n\u2022 Apakah market bisnis Anda berkembang dan apakah ada tren yang akan mendorong orang untuk membeli lebih banyak dari apa yang Anda jual?<br \/>\n\u2022 Adakah acara atau event yang dapat dimanfaatkan perusahaan Anda dalam menumbuhkan pengembangan bisnis?<br \/>\n\u2022 Apakah ada perubahan peraturan yang akan mempengaruhi perusahaan Anda secara positif?<br \/>\n\u2022 Jika bisnis Anda terus erkembang, apakah itu berarti pelanggan membutuhkan produk Anda?<br \/>\n<strong>Ancaman (Threats)<\/strong><br \/>\nAncaman adalah faktor eksternal yang tidak dapat Anda kendalikan. Anda tetap harus mempertimbangkan hal ini untuk menempatkan rencana darurat dalam menangani masalah yang terjadi.<br \/>\n\u2022 Apakah Anda memiliki pesaing potensial yang dapat memasuki pasar Anda?<br \/>\n\u2022 Apakah pemasok akan selalu dapat memasok bahan baku yang Anda butuhkan dengan harga yang cocok<br \/>\n\u2022 Bisakah perkembangan di masa depan dalam teknologi mengubah cara Anda melakukan bisnis?<br \/>\n\u2022 Apakah perilaku konsumen berubah dengan cara yang dapat berdampak negatif bagi bisnis Anda?<br \/>\n\u2022 Adakah tren pasar yang bisa menjadi ancaman?<br \/>\n<strong>Contoh analisis SWOT<\/strong><br \/>\nUntuk membantu Anda memahami dengan lebih baik seperti apa contoh SWOT sebenarnya, kami akan memberikan contoh kasus yang bisa Anda pelajari Gudeg Mbok Djum, restoran makanan khas Indonesia di sekitaran jogjakarta. Mereka menjual makanan khas indonesia dan juga gudeg kalengan, serta bermacam-macam oleh-oleh khas jogja. Restoran ini berencana untuk membuka cabang pertamanya di pusat kota solo dan sangat fokus pada pengembangan model bisnis yang akan membuatnya mudah berkembang dengan cepat dan membuka kemungkinan waralaba. Pada tabel terlihat seperti apa analisis SWOT mereka:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-110\" src=\"https:\/\/anakteknik.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-14.png\" alt=\"analisis SWOT\" width=\"982\" height=\"732\" srcset=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-14.png 982w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-14-300x224.png 300w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-14-768x572.png 768w\" sizes=\"(max-width: 982px) 100vw, 982px\" \/><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-111\" src=\"https:\/\/anakteknik.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-15.png\" alt=\"analisis SWOT\" width=\"973\" height=\"437\" srcset=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-15.png 973w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-15-300x135.png 300w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-15-768x345.png 768w\" sizes=\"(max-width: 973px) 100vw, 973px\" \/><\/p>\n<p>Kesimpulan<br \/>\nJika analisis SWOT Anda selesai, Anda siap untuk mengubahnya menjadi strategi nyata. Bagaimanapun, latihan ini adalah tentang menghasilkan strategi yang dapat Anda kerjakan selama beberapa bulan ke depan. Langkah pertama adalah melihat kekuatan Anda dan mencari tahu bagaimana Anda dapat menggunakan kekuatan itu untuk memanfaatkan peluang Anda. Lalu, lihat bagaimana kekuatan Anda bisa menuntaskan ancaman yang ada di pasar. Gunakan analisis ini untuk menghasilkan daftar tindakan yang dapat Anda lakukan. Dengan daftar tindakan Anda, lihat kalender perusahaan Anda dan mulailah menempatkan target pada tanggal tertentu. Apa yang ingin Anda capai dalam setiap beberapa bulan, misalnya. Anda juga ingin melakukan ini dengan menganalisis bagaimana peluang eksternal dapat membantu Anda mengatasi kelemahan internal Anda sendiri. Bisakah Anda juga meminimalkan kelemahan itu sehingga Anda dapat menghindari ancaman yang Anda identifikasi? Sekali lagi, Anda harus memiliki daftar tindakan yang ingin Anda prioritaskan dan jadwalkan. Kembali ke contoh kasus Gudeg Mbok Djum : Berdasarkan analisis SWOT mereka, berikut adalah beberapa strategi potensial untuk pertumbuhan untuk membantu Anda memikirkan bagaimana menerjemahkan SWOT Anda ke dalam sasaran yang dapat ditindaklanjuti. Restoran Gudeg Mbok Djum : Strategi potensial untuk pertumbuhan<br \/>\n\u2022 Pertimbangkan untuk mencari investor. Gudeg Mbok Djum dapat memilih opsi ini untuk mendapatkan modal yang lebih besar.<br \/>\n\u2022 Buat rencana pemasaran. Karena Gudeg Mbok Djum ingin menjalankan strategi pemasaran khusus, menargetkan mahasiswa, wisatawan, dan keluarga lokal dengan menekankan bahwa pilihan makanan mereka sehat dan nyaman, tentunya restoran harus mengembangkan rencana pemasaran yang lebih menarik.<br \/>\n\u2022 Rencanakan pembukaan perdana yang besar. Bagian penting dari rencana pemasaran itu adalah pembukaan perdana toko, dan strategi promosi yang diperlukan untuk mendapatkan target pasar tersendiri.<br \/>\n\u2022 Rencanakan menggunakan software akuntansi untuk memudahkan transaksi dan mempercepat laporan keuangan yang minim kesalahan. Dengan sasaran dan tindakan Anda yang tepat dalam pengelolaan bisnis, akan lebih mudah menyelesaikan rencana strategis untuk bisnis Anda. . Tindakan yang Anda hasilkan dari analisis SWOT Anda akan cocok dengan bagian tonggak dari rencana pengembangan bisnis Anda dan akan memberi Anda fondasi konkret pada bisnis. Seperti pada kasus diatas, software akuntansi merupakan hal yang penting dan harus ada dalam sebuah bisnis. Anda mungkin masih bisa menggunakan proses manual., namun itu sangat amat tidak efisien. Dengan software akuntansi Anda dapat membuat laporan keuangan dengan tepat dan cepat.<br \/>\n<strong>JENIS-JENIS DATA<\/strong><br \/>\nDalam pemrograman, ada banyak data yang dimasukkan ke dalam program. Data tersebut memiliki tipenya masing-masing. Mengutip dari GeeksforGeeks, tipe data digunakan untuk memberi tahu jenis variabel data apa yang akan disimpannya. Tipe data dideklarasikan di awal program. Sehingga, komputer dapat mengalokasikan memori penyimpanan sesuai dengan jenis tipe data tersebut. Karena tiap-tiap tipe data memiliki ukuran memori yang berbeda. Berikut adalah tipe data yang paling umum digunakan dalam bahasa pemrograman: <br \/>\nTipe data bilangan bulat Definisi tipe data bilangan bulat atau tipe data integer adalah tipe data yang hanya menggunakan bilangan bulat saja. Tipe data bilangan bulat tidak bisa menggunakan bilangan desimal, pecahan, maupun huruf. Tipe data bilangan bulat di deklarasikan dengan kata \u201cint\u201d dan menggunakan memori sebesar 4 byte atau 32 bit. Baca juga: Jenis-Jenis Jaringan Komputer Tipe data karakter.<br \/>\nTipe data karakter adalah tipe data yang berfungsi untuk menyimpan satu karakter huruf. Misalnya huruf \u201ca\u201d, \u201cb\u201d, atau karakter huruf lainnya. Melansir dari The Departement of Mathematics and Computer Science Oxford College, tipe data karakter membutuhkan memori sebesar 1 byte ruang penyimpanan. Tipe data karakter dideklarasikan dengan kata \u201cchar\u201d. Tipe data string Tipe data string adalah tipe data yang berfungsi menampung kumpulan karakter seperti kata dan kalimat. <br \/>\nTipe data string dideklarasikan dengan kata \u201cstring\u201d. Contoh tipe data string adalah adalah \u201capel\u201d, \u201cpenjualan\u201d, dan kumpulan karakter lainnya. Tipe data Boolean Tipe data Boolean adalah tipe data yang berfungsi menampung nilai logika sepertu benar (true) dan salah (false). Tipe data Boolean dideklarasikan dengan kata \u201cbool\u201d. Tipe data floating point Tipe data floating point adalah tipe data yang berfungsi menampung nilai real berupa desimal atau pecahan. <br \/>\nTipe data floating point dideklarasikan dengan kata \u201cfloat\u201d dan membutuhkan 4 byte memori. Contoh tipe data floating point adalah nilai \u201c0,5\u201d, \u201c3,14\u201d, dan \u201c999,99\u201d.\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Tipe data double floating point dideklarasikan dengan kata \u201cdouble\u201d dan membutuhkan memori sebesar 8 byte.<br \/>\n<strong>Berikut adalah pembahasan mengenai-tipe-tipe data yang perlu kamu ketahui.<\/strong><br \/>\n1. Integer<br \/>\nTipe data pertama yang akan kamu temukan dalam dunia pemrograman adalah integer. Integer (int.) merupakan data type berbentuk bilangan bulat atau numerik yang umumnya digunakan untuk menyimpan angka tanpa komponen pecahan dengan rentang angka -707, 0, hingga 707. Menurut BBC, data type ini mencakup semua bilangan bulat atau bilangan yang tidak memiliki komponen pecahan. Integer juga biasa berisi bit-bit yang ditafsirkan sebagai kekuatan signifikansi sederhana, seperti 2^0, 2^1, 2^2 dan seterusnya. Bilangan bulat pendek yang biasanya disimpan dengan integer memiliki panjang 16 bit atau sampai 2^16 atau 65.536.<br \/>\n2. Floating point<br \/>\nTipe data selanjutnya yang sering digunakan untuk keperluan komputasi teknis adalah floating point.<br \/>\nIa merupakan jenis data type numerik yang digunakan untuk menyimpan angka yang mungkin memiliki komponen pecahan seperti nilai moneter (707.07, 0.7, 707.00). Teknologi satu ini juga mengacu pada penggunaan dua kali lipat jumlah penyimpanan relatif dengan metode angka dalam kode, seperti pada kalkulator. Tak hanya itu, ada beberapa jenis floating point dalam dunia programming, seperti float presisi tunggal, float presisi ganda, dan float presisi quadruple. Masing-masing jenis dibedakan sesuai banyaknya penggunaan total bit, dari 24 bit, 32 bit, 53 bit, hingga yang terbesar adalah 128 bit.<br \/>\n3. Character (Char)<br \/>\nMelansir Rebus Community, character merupakan tipe data yang dimanfaatkan untuk menyimpan satu huruf, angka, tanda baca, simbol, atau space kosong. Umumnya, ia juga digunakan pada berbagai bahasa pemrograman di banyak komputer modern. Character dimanfaatkan untuk menyimpan karakter alfabet dan menampilkan masing-masing karakter menggunakan kode numerik kecil.<br \/>\n4. Boolean<br \/>\nBoolean adalah jenis tipe data selanjutnya yang perlu kamu kuasai sebelum terjun ke dunia pemrograman. Jenis data type ini biasanya digunakan untuk mewakili nilai yang benar dan salah dalam data. Umumnya, nilai yang salah (false) dan benar (true) direpresentasikan dengan angka 0 (false) dan 1 (true). Boolean sendiri hanya bisa merepresentasikan dua nilai dengan pertimbangan seperti hubungan angka yang lebih kecil atau lebih besar.<br \/>\n5. Array<br \/>\nArray adalah tipe data berbentuk daftar yang mampu mengarsip sejumlah elemen dalam urutan tertentu dari seluruh data yang serupa. Jenis data type ini memiliki banyak elemen atau nilai struktur data yang diambil serta diterapkan menggunakan indeks integer seperti 0, 1, 3, 4, dan seterusnya. Sebagai contoh, program aplikasi pengukur kalori dirancang dengan menyimpan lebih dari satu elemen dalam bentuk jenis olahraga yang dilakukan. Dalam variabel yang berbentuk jenis olahraga ini akan diindeks empat nilai berupa 0 (bola basket), 1 (renang), 3 (jogging), dan 4 (bersepeda). Berdasarkan hal tersebut, panjang array adalah 4 karena mencakup empat elemen olahraga yang berbeda.<br \/>\n6. String<br \/>\nJenis tipe data terakhir yang sering dimanfaatkan dalam dunia programming adalah string. Menurut Amplitude, string merupakan jenis data type yang sering dianggap paling populer. Ia adalah kumpulan dari urutan karakter dan data yang paling umum digunakan untuk menyimpan teks. Selain itu, string juga dapat menyertakan angka dan simbol, namun ia akan selalu diperlakukan sebagai teks. Sebagai contoh, nomor telepon biasanya disimpan sebagai string (+1-999-666-3333), tetapi, ia juga dapat disimpan sebagai bilangan bulat (9996663333). Itulah pemaparan singkat Glints mengenai tipe data, mulai dari pengertian dan jenis-jenisnya. Intinya, data type merupakan atribut dari sepotong data yang mampu menginformasikan sistem komputer cara untuk menafsirkan nilainya. Menguasai teknologi ini akan memastikan bahwa data dikumpulkan dalam format yang dibutuhkan dan menilai properti seperti yang diharapkan. Maka dari itu, sebelum terjun ke dunia programming, pastikan kamu sudah memahami data type dan jenis-jenisnya secara saksama, ya.<br \/>\n<strong>PENGOLAHAN DATA<\/strong><br \/>\nPengolahan data merupakan salah satu proses penting dalam suatu penelitian maupun kegiatan lainnya. Bagi sebuah perusahaan, proses pengolahan data ini sangat dibutuhkan hasilnya untuk membuat keputusan bisnis. Pengolahan data secara umum memberikan beberapa manfaat seperti dapat meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan inovasi perusahaan dalam bisnis, membantu pengambilan keputusan dan masih banyak lainnya. Ingin tahu lebih lanjut terkait pengolahan data? Yuk, simak artikel ini lebih lanjut!<br \/>\n1. Pengolahan Data<br \/>\nPengolahan data merupakan sebuah proses manipulasi data untuk menjadi sebuah informasi. Kumpulan data yang awalnya tidak memiliki informasi yang dapat disimpulkan jika dilakukan proses pengolahan data maka akan menghasilkan informasi. Informasi merupakan hasil dari pemrosesan data tertentu yang bermakna serta dapat digunakan untuk mengambil keputusan suatu perusahaan terkait. Pengolahan data terdiri dari beberapa kegiatan yaitu pencarian data, pengumpulan data, pemeliharaan data, pemeriksaan data, perbandingan data, pemilihan data, peringkasan data, dan penggunaan data.<br \/>\n2. Fungsi Pengolahan Data<br \/>\nProses pengolahan data tentunya dilakukan bukan dengan tanpa fungsi dan tujuan. Terdapat beberapa fungsi pengolahan data antara lain pelaksana proses aritmatika dan logis untuk data, penyimpanan dan pemroses program data, pengambil program input data, dapat digunakan sewaktu-waktu, meminimalisir tenaga manusia dikarenakan pekerjaan dapat dikerjakan secara otomatis oleh mesin atau komputer serta mendapatkan hasil yang lebih akurat.<br \/>\n3. Tahapan Pengolahan Data<br \/>\nPada proses pengolahan data pun melalui beberapa proses untuk hasil akhir yang lebih akurat. Secara garis besar tahapan pengolahan data terdiri dari : input &#8211; processing &#8211; output. Adapun tahapan pengolahan data secara terurut seperti berikut: rekam data atau recording, penggandaan data atau duplicating, pemeriksaan atau verifying, pengurutan atau sorting, pencampuran atau merging, perhitungan atau kalkulasi, dan memeriksa tabel.<br \/>\n<strong>PROSES DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK<\/strong><br \/>\nInformasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu <br \/>\nmemahaminya. Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan\/atau media elektronik lainnya.<br \/>\nTujuan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik<br \/>\n1. Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia;<br \/>\n2. Mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat;<br \/>\n3. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik;<br \/>\n4. Membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap Orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab;<br \/>\n5. Memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi.<br \/>\nInformasi, Dokumen dan Tanda Tangan Elektronik<br \/>\n1. Informasi Elektronik dan\/atau Dokumen Elektronik dan\/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.<br \/>\n2. Informasi Elektronik dan\/atau Dokumen Elektronik dan\/atau hasil cetaknya merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia.<br \/>\n3. Informasi Elektronik dan\/atau Dokumen Elektronik dinyatakan sah apabila menggunakan Sistem Elektronik sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang ini.<br \/>\n4. Ketentuan mengenai Informasi Elektronik dan\/atau Dokumen Elektronik sebagaimana dimaksud pada poin 1 tidak berlaku untuk:<br \/>\na. Surat yang menurut Undang-Undang harus dibuat dalam bentuk tertulis; dan<br \/>\nb. Surat beserta dokumennya yang menurut Undang-Undang harus dibuat dalam bentuk akta notaril atau akta yang dibuat oleh pejabat pembuat akta.<br \/>\n<strong>PERATURAN DAN PERSYARATAN LEGAL<\/strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Berikut rincian pada Undang-Undang tentang Informatika dan Transaksi Elektronik <br \/>\ntersebut:<br \/>\nMenghindari multitafsir ketentuan larangan mendistribusikan, mentransmisikan dan\/ atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik bermuatan penghinaan dan\/ atau pencemaran nama baik pada ketentuan Pasal 27 Ayat (3), dilakukan 3 (tiga) perubahan sebagai berikut:<br \/>\na. Menambahkan penjelasan atas istilah \u201cmendistribusikan, mentransmisikan dan\/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik\u201d;<br \/>\nb. Menegaskan bahwa ketentuan tersebut adalah delik aduan bukan delik umum; dan<br \/>\nc. Menegaskan bahwa unsur pidana pada ketentuan tersebut mengacu pada ketentuan pencemaran nama baik dan fitnah yang diatur dalam KUHP.Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disampaikan kepada DPR RI sebelum disahkan. UU ITE diundangkan pada 21 April 2008 dan menjadi cyber law pertama di Indonesia.<br \/>\nMenurunkan ancaman pidana pada 2 (dua) ketentuan sebagai berikut:<br \/>\n1. Ancaman pidana penghinaan dan\/atau pencemaran nama baik diturunkan dari pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun menjadi paling lama 4 (tahun) dan\/atau denda dari paling banyak Rp1 miliar menjadi paling banyak Rp750 juta;<br \/>\n2. Ancaman pidana pengiriman informasi elektronik berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti dari pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun menjadi paling lama 4 (empat) tahun dan\/atau denda dari paling banyak Rp2 miliar menjadi paling banyak Rp750 juta.<br \/>\nMemperkuat peran Pemerintah dalam memberikan perlindungan dari segala jenis gangguan akibat penyalahgunaan informasi dan transaksi elektronik dengan menyisipkan kewenangan tambahan pada ketentuan Pasal 40:<br \/>\n1. Pemerintah wajib melakukan pencegahan penyebarluasan Informas Elektronik yang memiliki muatan yang dilarang;<br \/>\n2. Pemerintah berwenang melakukan pemutusan akses dan\/atau memerintahkan kepada Penyelenggara Sistem Elektronik untuk melakukan pemutusan akses terhadap Informasi Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar hukum.<br \/>\n<strong>PRINSIP-PRINSIP DAN TEKNIK-TEKNIK KOMUNIKASI INTERPERSONAL<\/strong><br \/>\nKomunikasi adalah hal yang setiap hari kita lakukan, yang mungkin kita tidak sadar melakukannya karena saking sering dan naturalnya proses komunikasi. Karena sering melakukan komunikasi, mungkin kita mengira bahwa kita mengetahui dengan jelas apa saja tentang komunikasi. Namun ternyata masih banyak hal yang perlu dipelajari dalam ilmu komunikasi. Salah satunya adalah prinsip-prinsip komunikasi. (Baca juga: Etika Komunikasi)<br \/>\nKomunikasi Intrapersonal<br \/>\nSeperti yang telah diulas di atas, komunkasi intrapersonal adalah komunikasi yang dilakukan dengan diri sendiri. Kita tentu sering mengalami saat-saat dimana kita berbicara dengan diri sendiri, seperti bicara dalam pikiran atau bicara dalam hati. <br \/>\nKomunikasi intrapersonal dilakukan untuk menanyakan pendapat diri sendiri akan sesuatu, mengenal lebih jauh mengenai sesuatu, atau membuat rencana hal yang akan dilakukan. Jadi, tidak berarti orang yang sedang diam sendiri itu tidak berkomunikasi. Bisa jadi ia sedang berkomunikasi dengan dirinya.<br \/>\n\u2022 Komunikasi Interpersonal<br \/>\nKomunikasi interpersonal disebut juga komunikasi antar pribadi, yaitu komunikasi yang terjadi antara dua orang. Komunikasi interpersonal dapat dilakukan secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung, misalnya menggunakan media telepon atau internet. Dalam komunikasi interpersonal, sangat penting memahami dan berusaha menyampaikan pesan dengan baik pada lawan bicara. (Baca juga: Komunikasi Organisasi)<br \/>\nKonsep yang Mendasarkan pada Komponen Komunikasi <br \/>\nPengertian ini menjelaskan bahwa komunikasi interpersonal dipahami dengan mengamati komponen komponen utamanya. Komponen-5 komponen itu diidentifikasi dari dan dalam proses penyampaian dan penerimaan pesan dari seseorang kepada orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampak dan peluang untuk memberikan umpan balik segera. DeVito (1996; alih bahasa Maulana, 1997: 26) mengemukakan komponen-komponen itu dapat ditelusuri dari bagan komunikasi antarmanusia secara universal berikut ini. Konteks (Lingkungan) Pesan yang akan disampaikan\/saluran Umpan balik Sumber\/ Sumber\/ Enkoder Enkoder Penerima\/ Penerima\/ Dekoder Dekoder Umpan balik Pesan yang akan disampaikan\/saluran Komponen-komponen komunikasi itu dapat ditelusuri dari Gangguan Bagan: Komunikasi Universal Antarmanusia <br \/>\n<strong>Elemen dalam Komunikasi<\/strong><br \/>\nKomunikasi memiliki beberapa elemen di dalamnya, yaitu:<br \/>\n\u2022 Sender<br \/>\nSender adalah pengirim atau sumber pesan. Sumber pesan ini bukan hanya terbatas pada manusia lain, namun juga bisa berbentuk media massa seperti televisi, radio, dan internet. Sender memiliki kuasa dan membuat keputusan untuk berkomunikasi, yaitu dengan menyampaikan pesan. (Baca juga: Komunikasi Antar Pribadi)<br \/>\n\u2022 Message<br \/>\nMessage adalah pesan atau apa yang dikomunikasikan sender. Pesan tidak terbatas pada ucapan verbal atau tulisan. Namun juga berbagai komponen lain seperti nada bicara, logat, gestur tubuh, mimik wajah, tanda baca, dan lain sebagainya. Pesan disampaikan tidak terpisah, namun seperangkat dengan komponen lainnya. (Baca juga: Komunikasi Gender)<br \/>\n\u2022 Channel \/ Media<br \/>\nChannel adalah alat yang digunakan oleh sender untuk mengirimkan pesannya. Pesan dapat disampaikan secara langsung maupun tidak langsung. Seperti melalui berbagai media yang banyak digunakan di masyarakat, seperti media massa.<br \/>\n\u2022 Receiver<br \/>\nReceiver adalah pihak yang menerima pesan. Dalam menerima pesan, receiver bukan hanya menerima pesan yang disampaikan namun juga terpengaruh oleh berbagai hal. Misalnya, pengalaman di masa lalu, keadaan, lingkungan penyampaian pesan, simbol umum yang berlaku di masyarakat, dan lain sebagainya. (Baca juga: Teori Komunikasi Antar Budaya)<br \/>\n\u2022 Noise<br \/>\nNoise merupakan gangguan yang muncul saat proses penyampaian pesan. Noise ini bisa berbentuk banyak hal, misalnya ketidakfokusan penerima pesan, suasanabising di sekitar pengirim dan penerima pesan, dan lain sebagainya. Noise membuatpesan tidak dapat sampai sesuai dengan harapan pengirim pesan. (Bacajuga: Pengantar Ilmu Komunikasi)Demikian beberapa prinsip komunikasi yang penting untuk diketahui kita sebagai pelaku komunikasi. Semoga tulisan ini dapat berguna bagi Anda yang mencari informasi mengenai komunikasi, tingkatan komunikasi, elemen komunikasi, dan prinsip-prinsip komunikasi.<br \/>\n<strong>MAKNA KOMUNIKASI INTERPERSONAL<\/strong> <br \/>\nKeberartian komunikasi interpersonal dapat dipelajari dari kehidupan yang kita alami secara luas. Rasanya tidak mungkin hidup seseorang mencapai sukses tanpa ia berkomunikasi secara interpersonal dengan orang lain. Kemampuan dalam berkomunikasi interpersonal mengantarkan seseorang mencapai sukses. Ia diakui orang lain dan memberikan banyak manfaat bagi orang lain. Komunikasi interpersonal membina fungsi sosial seseorang. Seseorang berkomunikasi, ia bergaul; ia memperoleh banyak teman untuk kemudian ia membina jalinan kerja sama yang menguntungkan hidupnya. Komunikasi interpersonal juga memungkinkan seseorang berekspresi, menyatakan segala isi hatinya sehingga pihak lain dapat mengerti da memaklumi keadaanya. Pada saat seseorang mencurahkan segala isi hati yang disertai isak tangis tersedu-sedu, komunikasi memiliki fungsi teurapeutik (menyembuhkan) atas suatu <br \/>\npenyakit, misalnya 13 penyakit-penyakit yang bersifat psiko-somatis karena kecemasan, kegelisahan atau rasa khawatir yang teramat dalam. Selain itu, komunikasi dapat berfungsi sebagai alat hiburan. <br \/>\nDengan cara menyatakan suatu humor, seseorang merasa gembira dan terhibur. Komunikasi dapat pula menjadi alat utama dalam penyelenggaraan proses ritual dan hal-hal yang bersifat instrumental, bahkan praktek spionase dan transaksi suatu bisnis. Komunikasi interpersonal dalam kehidupan dan praktek pekerjaan seorang pengawas atau penilik kependidikan hendaknya dipahami secara luas. <br \/>\nAda 6 Langkah Penting untuk Memulai Bisnis di E-Commerce Bisnis via online saat ini sedang berkembang dengan pesat. Bisnis tersebut bahkan sudah menjadi tren di kalangan masyarakat. E- commerce adalah wadah terjadinya kegiatan bisnis via online yang mempertemukan penjual dan pembeli. Melalui e-commerce, anda dapat memiliki wadah bisnis online dengan berbagai keunggulan serta fitur-fitur yang memudahkan dalam transaksi jual-beli. Apakah anda tertarik untuk memulai bisnis melalui e-commerce? Berikut ini 6 langkah yang bisa anda ambil untuk memulainya :<br \/>\n1. Survei produk best seller<br \/>\nLakukan survei mengenai jenis dan tipe produk-produk best seller di e-commerce. Biasanya produk-produk best seller dapat langsung ditemukan pada laman awal. Hal ini sama saja seperti mengecek keadaan pasar pada lapak e-commerce. Survei tersebut juga dapat memudahkan anda untuk memilih tipe serta jenis produk yang akan anda tawarkan kepada konsumen.<br \/>\n2. Tentukan produk yang ingin ditawarkan<br \/>\nSetelah anda melakukan survei, tentunya anda akan mengetahui produk apa saja yang best seller pada lapak e-commerce. List dari produk-produk best seller tersebut dapat anda gunakan sebagai acuan pemilihan produk yang ingin anda tawarkan. Pilihlah tipe atau jenis produk best seller yang sesuai dengan jumlah modal yang anda miliki. Pada saat anda sudah menentukan produk yang cocok, pikirkan juga tentang supplier produk tersebut. Apabila produk tersebut ingin anda produksi sendiri, lakukan pertimbangan tentang kemudahan produksi, berapa banyak produk yang bisa anda hasilkan dalam kurun waktu tertentu dan modal produksi.<br \/>\n3. Daftarkan bisnis anda<br \/>\nApabila produk sudah siap untuk dipasarkan, daftarkan bisnis anda di e-commerce yang anda pilih. Pendaftran bisnis di e-commerce tidak membutuhkan biaya tertentu, alias gratis! Namun, pada saat pendaftaran pastikan anda memasukkan data diri dengan benar. Hal ini berguna untuk kenyamanan serta keamanan transaksi jual-beli.<br \/>\n4. Kemas tampilan laman bisnis anda<br \/>\nPada saat sudah mendaftarkan bisnis anda, otomatis anda akan memiliki laman bisnis sendiri. Maksimalkan laman tersebut agar terlihat rapi dan menarik. Misalnya saja, anda bisa memposting visualisasi produk berupa foto-foto real hasil jepretan anda sendiri. Jangan lupa serta deskripsi produk dengan detail agar konsumen merasa yakin dan nyaman untuk membeli produk anda tersebut.<br \/>\n5. Bangun jaringan sejak hari pertama mulai bisnis<br \/>\nLaman bisnis di sebuah e-commerce dapat anda share ke sosial media. Gunakan fitur tersebut sebaik mungkin. Misalnya, anda bisa share produk serta link bisnis tersebut di Instagram, Facebook atau Twitter pribadi anda. Sejak hari pertama, anda juga harus pintrar untuk mengajak keluarga atau teman <br \/>\nikut serta dalam mempromosikan produk anda. Dengan demikian, akan terjadi peluasan informasi mengenak laman bisnis serta produk yang anda tawarkan di e-commerce tersebut.<br \/>\n6. Pantau secara aktif kegiatan di laman bisnis <br \/>\nPastikan anda selalu aktif dan cepat dalam merespon kegiatan di laman bisnis anda. Hal ini berguna untuk mencegah konsumen lari ke lapak laman bisnis lain. Jangan biarkan konsumen menunggu balasan anda terlalu lama, karena itu dapat membuat ketertarikan konsumen menghilang.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-114\" src=\"https:\/\/anakteknik.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-16.png\" alt=\"Analisis SWOT\" width=\"1203\" height=\"792\" srcset=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-16.png 1203w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-16-300x198.png 300w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-16-1024x674.png 1024w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-16-768x506.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1203px) 100vw, 1203px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-115\" src=\"https:\/\/anakteknik.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-17.png\" alt=\"Analisis SWOT\" width=\"1430\" height=\"948\" srcset=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-17.png 1430w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-17-300x199.png 300w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-17-1024x679.png 1024w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-17-768x509.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1430px) 100vw, 1430px\" \/><\/p>\n<figure id=\"attachment_116\" aria-describedby=\"caption-attachment-116\" style=\"width: 1434px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-116\" src=\"https:\/\/anakteknik.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-18.png\" alt=\"Analisis SWOT\" width=\"1434\" height=\"867\" srcset=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-18.png 1434w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-18-300x181.png 300w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-18-1024x619.png 1024w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-18-768x464.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1434px) 100vw, 1434px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-116\" class=\"wp-caption-text\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-117\" style=\"font-size: 16px;\" src=\"https:\/\/anakteknik.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-19.png\" alt=\"Analisis SWOT\" width=\"1428\" height=\"924\" srcset=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-19.png 1428w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-19-300x194.png 300w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-19-1024x663.png 1024w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-19-768x497.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1428px) 100vw, 1428px\" \/><\/figcaption><\/figure>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-118\" style=\"font-size: 16px;\" src=\"https:\/\/anakteknik.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-20.png\" alt=\"Analisis SWOT\" width=\"1431\" height=\"940\" srcset=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-20.png 1431w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-20-300x197.png 300w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-20-1024x673.png 1024w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-20-768x504.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1431px) 100vw, 1431px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-119\" src=\"https:\/\/anakteknik.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-21.png\" alt=\"Analisis SWOT\" width=\"1433\" height=\"544\" srcset=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-21.png 1433w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-21-300x114.png 300w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-21-1024x389.png 1024w, https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a-21-768x292.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1433px) 100vw, 1433px\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca Juga :<\/strong><\/p>\n<h1><a title=\"Category Bisnis &amp; Manajemen\" href=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?cat=19\">Category Bisnis &amp; Manajemen<\/a><\/h1>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) MENENTUKAN MODEL BISNIS DARING (E-BUSINESS) PENGANTAR TEORI DEFINISI E-BUSINESS &amp; E-COMMERCE \u27a2 E-Business memungkinkan transaksi dan proses dalam perusahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":107,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[29,42,43,44,31,30,26,25,41,40,39,28,27,32],"class_list":["post-103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis-manajemen","tag-bisnis-manajemen","tag-e-business","tag-g-46rit00-073-01","tag-kkni","tag-laporan","tag-laporan-tertulis","tag-membuat-laporan-tertulis","tag-membuat-laporan-tertulis-n-821100-006-01","tag-menentukan-model-bisnis-daring","tag-menentukan-model-bisnis-daring-e-business","tag-menentukan-model-bisnis-daring-e-business-g-46rit00-073-01","tag-modul-pelatihan","tag-n-821100-006-01","tag-skkni"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.3.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) - Buku Informasi , Modul Belajar<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) MENENTUKAN MODEL BISNIS DARING (E-BUSINESS) PENGANTAR TEORI DEFINISI E-BUSINES\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) - Buku Informasi , Modul Belajar\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) MENENTUKAN MODEL BISNIS DARING (E-BUSINESS) PENGANTAR TEORI DEFINISI E-BUSINES\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Buku Informasi , Modul Belajar\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-14T12:28:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-04-25T05:58:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Menentukan-Model-Bisnis-Daring-E-Business-G.46RIT00.073.01.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"542\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"562\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"33 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103\",\"url\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103\",\"name\":\"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) - Buku Informasi , Modul Belajar\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Menentukan-Model-Bisnis-Daring-E-Business-G.46RIT00.073.01.png\",\"datePublished\":\"2023-12-14T12:28:06+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-25T05:58:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/#\/schema\/person\/d9e8f4f4fcb9ef7fa4e28b9e9bc1101e\"},\"description\":\"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) MENENTUKAN MODEL BISNIS DARING (E-BUSINESS) PENGANTAR TEORI DEFINISI E-BUSINES\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Menentukan-Model-Bisnis-Daring-E-Business-G.46RIT00.073.01.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Menentukan-Model-Bisnis-Daring-E-Business-G.46RIT00.073.01.png\",\"width\":542,\"height\":562,\"caption\":\"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/\",\"name\":\"Info Seputar Anak Teknik\",\"description\":\"&quot;Scientia potentia est&quot; (pengetahuan adalah kekuatan)\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/#\/schema\/person\/d9e8f4f4fcb9ef7fa4e28b9e9bc1101e\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/05e191e6615004f3e1e40b9891796daf9e9d84bfa6785e8fa192dcc02c20e7ef?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/05e191e6615004f3e1e40b9891796daf9e9d84bfa6785e8fa192dcc02c20e7ef?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.anakteknik.pencarikerja.id\"],\"url\":\"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) - Buku Informasi , Modul Belajar","description":"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) MENENTUKAN MODEL BISNIS DARING (E-BUSINESS) PENGANTAR TEORI DEFINISI E-BUSINES","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) - Buku Informasi , Modul Belajar","og_description":"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) MENENTUKAN MODEL BISNIS DARING (E-BUSINESS) PENGANTAR TEORI DEFINISI E-BUSINES","og_url":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103","og_site_name":"Buku Informasi , Modul Belajar","article_published_time":"2023-12-14T12:28:06+00:00","article_modified_time":"2024-04-25T05:58:51+00:00","og_image":[{"width":542,"height":562,"url":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Menentukan-Model-Bisnis-Daring-E-Business-G.46RIT00.073.01.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"33 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103","url":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103","name":"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) - Buku Informasi , Modul Belajar","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Menentukan-Model-Bisnis-Daring-E-Business-G.46RIT00.073.01.png","datePublished":"2023-12-14T12:28:06+00:00","dateModified":"2024-04-25T05:58:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/#\/schema\/person\/d9e8f4f4fcb9ef7fa4e28b9e9bc1101e"},"description":"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01) MENENTUKAN MODEL BISNIS DARING (E-BUSINESS) PENGANTAR TEORI DEFINISI E-BUSINES","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103#primaryimage","url":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Menentukan-Model-Bisnis-Daring-E-Business-G.46RIT00.073.01.png","contentUrl":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Menentukan-Model-Bisnis-Daring-E-Business-G.46RIT00.073.01.png","width":542,"height":562,"caption":"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?p=103#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menentukan Model Bisnis Daring (E-Business) (G.46RIT00.073.01)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/#website","url":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/","name":"Info Seputar Anak Teknik","description":"&quot;Scientia potentia est&quot; (pengetahuan adalah kekuatan)","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/#\/schema\/person\/d9e8f4f4fcb9ef7fa4e28b9e9bc1101e","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/05e191e6615004f3e1e40b9891796daf9e9d84bfa6785e8fa192dcc02c20e7ef?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/05e191e6615004f3e1e40b9891796daf9e9d84bfa6785e8fa192dcc02c20e7ef?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/www.anakteknik.pencarikerja.id"],"url":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=103"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202,"href":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/103\/revisions\/202"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/107"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukuinformasi.pencarikerja.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}